Panen Teh Kombucha Pertama

Akhirnya bisa panen teh kombucha untuk pertama kali. Kesan pertama, adalah aromanya sangat mantap sehingga membuat saya tergoda untuk mencicipinya. Kesan kedua, rasanya segar asam sehingga membuat saya ingin menenggaknya banyak-banyak. Akan tetapi karena pembuatan fermentasi pertama ini baru sedikit (1 liter) maka saya akan menikmatinya sedikit-sedikit dulu. Mungkin anda yang belum pernah merasakan teh kombucha ini akan penasaran, dan anda yang sudah pernah merasakannya akan ketagihan. Namun tidak semua orang boleh minum teh kombucha ini lho… Silakan anda baca-baca di http://indokombucha.wordpress.com/important/

Awalnya dulu saya pernah memiliki jamur teh ini yang belakangan saya ketahui ternyata kombucha adalah bukan jamur, tetapi dia adalah SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast). Tetapi karena kekurang tahuan saya dan “kemalasan” saya waktu itu maka teh kombuca saya tidak terawat dan akhirnya mati. Hal ini (teh kombucha bukan jamur) saya ketahui setelah mengunjungi indokombucha.wordpress.com yang pemiliknya adalah Pak Arsenius. Sedikit saya kutip dari blognya Pak Arsenius, bahwa SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast) berarti : sekumpulan Bakteri dan Ragi membentuk struktur selulosa dan mereka hidup bersama secara simbiotik. Ragi memfermentasi nutrisi dari cairan dimana dia hidup dan membentuk alkohol, dan kemudian bakteri mengubahnya menjadi asam yang menyehatkan bagi tubuh. Lapisan ini disebut juga sebagai Zooglea (lapisan yang hidup).  Referensi lengkapnya ada di indokombucha.wordpress.com. Semua hal tentang teh kombucha ada di sana. Terima kasih untuk pak Arsenius yang telah mengeksplore teh kombucha ini dari segala sisi sehingga kita yang awam bisa banyak mengerti dan bisa menikmatinya.

Referensi (http://indokombucha.wordpress.com)

Tanam Jamur

Jamur dikenal sebagai bahan makanan nabati yang memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa jenis jamur memiliki khasiat obat. Hal ini dikenal di daratan Cina sejak berabad-abad lalu. Kemudian meluas kebeberapa negara lain di benua Asia, Eropa bahkan Amerika.
Kandungan protein di dalam jamur berkisar antara 19 – 35 % lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein yang terdapat pada beras atau gandum.
Jenis jamur yang umum dikonsumsi saat ini termasuk aeka jamur jenis-jenis unggulan yang dapat menembus pasar antara lain jamur tiram, jamur merang, lingzhi, chitake dan champignon.
Di Indonesia media tanam jamur dapat diperoleh dari limbah hasil hutan yang cukup banyak tersedia diantaranya adalah dengan menggunakan serbuk gergajian kayu.